Wednesday, 20 April 2016

Kuliah Tamu Kedua BP4 Pert. ASIA “Retail Banking & 4 Fungsi Bisnis Pada Perusahaan Jasa” oleh Mutia Amanatillah Tasya, S.Ikom




Malang – Bertepatan dengan Peringatan HariKartini 21 april 2016 PerguruanT inggi Asia menyelenggarakan kuliah tamu kedua dalam matakuliah Business Practice 4 (BP4) setelah sebelumnya juga sukses menyelenggarakan kuliah tamu perdana. Kampus Asia mendatangkan tamu seorang “Kartini Muda”  yang saat ini sedang berkarir dibidang marketing sebuah bank swasta ternama di Indonesia, yaitu Mutia Amanatillah Tasya, S.Ikom dengan tema “Retail Banking & 4 Fungsi Bisnis Pada Perusahaan Jasa”. Masih muda dan bersemangat sehingga sangat pantas dipanggil sebagai seorang “kakak”.
Kak Mutia menjelaskan banyak hal pengetahuan mengenai perbankan di Indonesia, mulai dari penjelasan umum hingga masuk ke detail bagaimana proses masuk (rekrut ) untuk menjadi seorang karyawan disebuah bank. Tentunya proses pengrekrutan yang dilakukan oleh bank tidak main – main, sangat banyak tahapan demi tahapan yang tentunya dengan seleksi sangat ketat dan bersaing.
Kak Mutia menjelaskan proses bagaimana pengrekrutan seorang karyawan pada sebuah bank, dengan beberapa tahapan sebagai berikut.

Job Fair & Intern : bank melakukan pengrekrutan karyawan melalui sebuah event khusus job, biasanya untuk pengrekrutan karyawan dalam jumlah yang cukup besar. Sedangkan untuk pengrekrutan jumlah kecil misalnya membutuhkan 1-5 karyawan, maka pihak bank melakukan rekrut melalui “Lowongan Kerja” secara intern, yaitu dengan membuka lowongan dalam waktu tertentu dan pelamarcalon karyawan langsung dating menjumpai kantor bank yang ditentukan.

  

    Seleksi Tahap I : yakni berupa psikotes internal, biasanya berisi tes mengenai karakter kepribadian, soal gambar, soal deret angkat, bahkan pengetahuan mengenai bank, dan lain sebagainya.

Seleksi TahapII : yakni tes tulis mengenai pengetahuan tentang perbankan, tujuan, usaha dan harapan kedepan jika karyawan tersebut diterima, dan lainnya.

Seleksi Tahap III : Interview untuk mengetahui pengetahuan calon karyawan secara langsung, lebih spesifik biasanya pengetahuan tentang bank yang dituju.
     Seleksi IV : Interview II yang biasanya dilakukan oleh Pimpinan Cabang. Biasanya akan ditanyakan seperti “Apa yang akan dilakukan?”.Kak Mutia memberikan sedikit bocoran jawaban pribadinya, yakni : “melakukan adaptasi dengan sekitar kemudian membangun network sehingga dapat meminta referensiu ntuk melakukan pengembangan network”, jawaban ini cocok untuk pelamar posisi marketing.

Seleksi Tahap V :yakni Psikotes Internal yang dilakukan oleh bank untuk mengetahui lebih dalam karakter calon karyawan.

TahapVI : interview III yang dilakukan oleh HRD, biasanya materi interview berupa penawaran hak dan kewajiban jika menjadi karyawan.

Test Akhir :berupa test kesehatan, bank akan sangat mempertimbangkan penyakit yang dimiliki oleh calon karyawan.

Demikianlah dari sekain banyak penjelasan materi yang disampaikan Kak Mutia khususnya mengenai prekrutan karyawan. Sampai bertemu di matakuliah Business Pratice 4 dengan tamu – tamu yang luar biasa berikutnya.

*Jangan lupa dapatkan segera tiket

Seminar Akbar Business Practice PERTI ASIA oleh Arief Budiman, Ong Eric Yosua, dan Tanadi Santoso



Pembicara : Mutia Amanatillah Tasya, S.Kom
Fasilitator :Lia Farokhah
Lokasi : R.Teather Kampus Pusat Perti. ASIA
Kelompok : Multatuli
Penulis & Editor : Mahrus Khomaini
Dokumentasi : Mahrus Khomaini





Read more

Monday, 18 April 2016

Seminar Akbar Business Practice PERTI ASIA oleh Arief Budiman, Ong Eric Yosua, dan Tanadi Santoso

Poster 
Developing Entreprenurial Mindset :  How Passion and Innovation Drive Success “Menciptakan Pola Pikir Kewirausahaan dengan Inovasi dan Gairah Berbisnis”

Basic Business Skills : “Creativity, Selling Skills and Negotiation”
Kemampuan Dasar Berbisnis : “Kreativitas, Teknis Berjualan, dan Negosiasi”

Passion & Creativity oleh Arief Budiman
Chief Executive Officer Petakumpet
Pembicara topik kreativitas di lebih 400 perusahaan besar antara lain Bank Mandiri, Indosat, Telkomsel, Telkom, ABC Heinz, Djarum, Bank Indonesia, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), dan lain – lain, yang membangun Petakumpet menjadi The Most Admired Company In The World yang mempunyai ratusan klien antara lain Group Djarum, Group Kedaulatan Rakyat, Plaza Ambarukmo, Angkasa Pura 1 dan PT. Lokaniaga Adipertama.


Entrepreneurship & Selling Skills oleh Ong Eric Yosua
Enttrepreneurship Specialist Motivator
Pebisnis muda yang mendirikan beberapa bisnis yang sampai saat ini masih dijalankan antara lain 2009 CLE Production Spesialis pembuat merchandise gantungan kunci dan tas spondbound, 2008 Terapi Cap Trassian, 2010 Ong Eric Yosua Entrepreneurship Specialist Motivator, 2013 ABCD Cleaning Service, 2014 Bakwan Indonesia, 2015 Cheap Stay Surabaya bersama Agoda.

Innovation & Negotiation oleh Tanadi Santoso
Business Motivational Speaker
Setelah menyelesaikan pendidikan civil engineering-nya di Taiwan, Tanadi Santoso membuka toko komputer pada tahun 1986 dan sampai saat ini Tanadi Santoso masih aktif dalam bisnis pendidikan S1 di Malang dan Bali, program setara D1 di Malang, Madiun, dan Bali; Perusahaan web-design, graphic dan multimedia miliknya pun berjalan sukses di Jakarta dan Surabaya; Sandler Training ; Gift Shop Pipiland Property dan beberapa bisnis lainnya. Aktif mengisi acara Business Wisdom di Radio Bisnis Pas FM seluruh Indonesia dan berbekal ilmu MBA dari University OF Chicago sera ilmu terbaru dari executive education di UC Barkeley dan Stanford University, Tanadi Santoso sering mengadakan seminar dan in-house Training di berbagai perusahaan seperti BCA, Sampoerna, Pelabuhan Indonesia II dan IV, PLN, Astra Honda Motor, Astra International, JNE, BII, Unilever, PT. KAO Indonesia, Diklat Pemprov Jawa Timur, Kalbe Farma, Telkomsel, Pertamina, Pegadaian, Sinar Mas Group, Bank Indonesia, Bogasari, Bank Mandiri, Hocim, Coca – Cola, BNI, United Tractor, Wismilak Group, Sanyo, Telkom, Gajah Tunggal, Yamaha, Pupuk Sriwijaya, Petronas Niaga Indonesia, Permata Bank, Ciputra Group, serta mengadakan public seminar 5 Dasy MBA 23 Batch dalam 3 tahun diberbagai kota besar Indonesia.

Lokasi : Hotel Kartika Graha, 28 April 2016 Jalan Agung Suprapto No. 17 Malang
Sesi 1 : 08.30 – 12.00
Sesi 2 : 13.30 – 17.00

Contact Person and Ticket :
Mahrus : 089648399003

HTM = Mahasiswa PERTI ASIA : IDR 10K / 20K + Sertifikat (ditempat)
Umum        : IDR 20K / 30K + Sertifikat (ditempat)






Read more

Wednesday, 13 April 2016

Ketika Nilai Mengalahkan Kejujuran (Versi Asli Sebelum Editing Radar Malang)

Ketika Nilai Mengalahkan Kejujuran

Malang Post, Senin 4 Januari 2016
Nilai, atau dengan kata lain adalah skor untuk sebuah mata pelajaran merupakan salah satu hal mutlak penentu seorang pelajar lulus maupun tidaknya terhadap mata pelajaran tersebut. Para pelajar dituntut untuk mampu menguasai semua mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang belaku, sesuai dengan standar minimal kelulusan, sehingga para pelajar sangat berusaha untuk memenuhi tuntutan tersebut. Tetapi bagaimana jika cara yang digunakan pelajar adalah cara yang salah, cara yang tidak jujur, cara yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pelajar untuk mendapatkan sebuah nilai mata pelajaran.
Penulis dapat mengatakan demikian karena baru saja menyelesaikan bagaimana  rasanya berkehidupan menjadi seorang pelajar mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Seperti ketika SMA, saat ujian sebuah mata pelajaran banyak sekali cara – cara yang digunakan adalah sebuah kecurangan seperti mencontek, bertanya teman, menggunakan handphone dan lainnya yang digunakan bagaimana agar soal dapat terjawab dengan benar dan tentunya berharap mendapatkan nilai yang seminimal mungkin berada diatas nilai standar minimal kelulusan. Cara tersebut dilakukan dan ternyata berhasil, nilai yang diperoleh pun sesuai harapan dan tidak ada  teguran maupun nasehat dari guru selaku pengajarnya.
Guru sebagai pihak pengajar yang mengemban amanah mengajar dan mendidik disini apakah tidak mengatahui akan hal tersebut, akan semua cara yang digunakan pelajarnya dalam memperoleh nilai. Penulis rasa guru tahu akan hal tersebut karena  saat proses belajar mengajar, saat sebelum ujian dan bahkan saat ujian itupun guru selalu mengingatkan pelajarnya agar jujur dalam mengerjakan, jujur dalam menjawab soal – soal yang diberikan. Selain itu, guru juga sering mengatakan bahwa beliau tahu mana yang mencontek dan mana yang tidak, mana yang mengerjakan dengan jujur dan mana yang berbuat curang. Tetapi tetap saja pada akhirnya ketika nilai diperoleh, mata guru tertuju pada dia yang mendapatkan nilai tertinggi dan terendah, bukan malah pada dia yang jujur atapun yang  curang. Semua kecurangan yang diketahui seperti hilang tanpa jejak, yang terpenting adalah nilai tertinggi dan terendah. Semua usaha dengan kejujuran yang dilakukan pelajarnya seperti terlupakan tertutupi dengan nilainya yang rendah.
Mereka yang memperoleh nilai tinggi dianggap pintar dan begitu juga sebaliknya tanpa memperhatikan metode atau sudut pandang lain terhadap penilaian seorang pelajar termasuk sudut pandang kejujuran dan kecurangan yang dilakukan pelajar dalam memperoleh nilai. Bahkan tidak sedikit guru yang memuji mereka ketika mendapatakan nilai tinggi dengan cara apapun, sedangkan sebaliknya mengumumkan atau memberi tahu didepan pelajar lainnya terhadap mereka yang mendapatkan nilai  rendah tanpa menasehati secara individu terlebih dahulu, terkesan seperti mempermalukan mereka tanpa sekali lagi melihat sudut pandang kejujuran maupun kecurangan yang merekan lakukan, tanpa melihat apakah mereka yang mendapatkan nilai tinggi sudah benar caranya, tanpa melihat apakah mereka yang nilanya rendah tetapi berjalan dengan cara mengerjakan yang jujur.
Itulah salah satu alasan yang tidak seharusnya menjadi alasan mengapa banyak pelajar yang melakukan cara curang dalam mendapatkan sebuah nilai. Karena ketika mereka melakukan cara apaun untuk mendapatkan nilai yang tinggi , itu lebih dihargai oleh guru daripada mereka yang berusaha untuk jujur tetapi mendapatkan nilai yang rendah. Bukannya nasehat, bimbingan tambahan maupun lainnya yang dapat meningkatkan kemampuan mereka melainkan sebuah perlakuan yang terkesan mempermalukan. Pelajar seperti diberikan sebuah pilihan “Jujur tapi nilai jelek dan tidak dihargai, atau nilai tinggi dan dipuji meskipun itu curang” dan guru seperti tidak peduli akan hal tersebut. Bahkan tidak sedikit mereka pelajar yang sebelumnya jujur menjadi berbuat curang karena sadar ia tidak dihargai dengan kejujurannya. 
Apakah disini pelajar yang berbuat curang telah berbuat benar dengan alasan tesebut? Tentu saja tidak. Tidak ada alasan apapun seorang pelajar melakukan kecurangan hanya untuk mendapatkan sebuah nilai.
Apakah disini guru sebagai pengajarlah yang salah? Tentu saja tidak. Guru  berupaya melakukan apapun yang Ia bisa dilakukan untuk kebaikan pelajarnya. Sebelumnya guru sudah memberikan yang terbaik dalam proses belajar mengajar, menyampaikan apa yang seharusnya. Mengingatkan dan menasehati kepada pelajarnya semua yang baik – baik. Bahkan tidak sedikit guru yang menghargai mereka yang telah berbuat jujur dengan cara tidak mempermalukannya, dengan cara memberikan nasehat dan bimbingan tambaha kepada pelajarnya. Mungkin saja pelajarnya yang tidak mampu karena terkena penyakit yang namanya malas sehingga mereka tidak bisa. Tetapi disitulah tugas amanah seorang guru selain mengajar yaitu mendidik, menjadikan pelajarnya sebagai orang yang berpendidikan dan berakhlak dengan cara yang sesuai tentunya.
Lantas bagaimana solusi akan permasalahan tersebut? Tentunya penanaman pemahaman yang mendasar kepada pelajar dan pengajar bahwa nilai bukanlah segalanya, masih ada kejujuran diatasnya.  Selain itu, kegigihan pelajarlah yang perlu ditingkatkan sehingga mampu dengan baik tanpa berbuat curang. Gurupun demikian, cara mengajar dan mendidik yang baik, yang sesuailah yang dibutuhkan oleh seorang pelajar. Mungkin saja tidak hanya mereka yang mendapatkan nilai tinggi diberi sebuah penghargaan, tetapi mereka juga penghargaan terhadapr mereka yang telah berbuat jujur. 
Siapakah yang salah? Tentu saja mereka yang berfikir nilai adalah segalalnya, mereka  yang menganggap tidak ada sudut pandang lain selain nilai. Sehingga yang terjadi adalah melakukan cara apapun demi mendapatkan nilai yang diinginkan meskipun dengan cara – cara yang tidak seharusnya. Tidak ada yang perlu disalahkan, berusahalah  jangan sampai nilai mengalahkan kejujuran.

Dimuat oleh Radar Malang pada Senin 4 Januari 2016 di kolom 'Ruang Guru' halaman 2
Read more

Tuesday, 12 April 2016

Kuliah Perdana Business Practice 4 (BP4) Kampus Asia oleh Dr. David Sukardi Kodrat., MM., CPM.

Demi memperkecil gap (jarak) antara dunia perkuliahan dengan dunia kerja yang sesungguhnya, Perguruan Tinggi Asia Malang dengan serius menyelenggarakan matakuliah Business Practice atau biasanya disingkat oleh para mahasiswa sebagai matakuliah BP. Hingga kini sedang terselenggara BP4 yang ditempuh oleh seluruh mahasiswa semester IV kampus Asia setelah lulus menempuh BP1, BP2 dan BP3 pada semester – semester sebelumnya. Business Practice merupakan matakuliah yang bertujuan untuk memberikan gambaran langsung melalui praktek mengenai bagaimana duni kerja yang sesungguhnya dan hanya ada satu – satunya di Kampus Asia Malang.
Kamis, 7 april 2016 merupakan kuliah perdana matakuliah BP4 yang terdiri atas 3 SKS tersebut. Tak tanggung – tanggung, kuliah perdana BP4 tersebut Kampus Asia menyelenggarakan Kuliah Tamu oleh seorang praktisi luar biasa yaitu Dr. David Sukardi Kodrat., MM., CPM. Beliau merupakan Dekan Pascasarjana Universitas Ciputra Surabaya 2011 dengan 38 Jurnal yang telah terakreditasi dalam bahkan luar negeri.
Sebelum masuk ke perkuliahan, sesi dibuka dengan melakukan senam otak secara beramai - ramai yang dipimpin langsung oleh Dr. David dengan tujuan agar otak kita menjadi fress kembali selain melatih kemampuan otak itu sendiri.
Kuliah perdana kali ini, materi yang disampaikan oleh Dr. David adalah mengenai seluk – beluk Perusahaan Manufaktur, Retail dan Jasa.
Seperti yang dijelaskan oleh beliau, perusahaan manufaktur adalah perusahaan dengan kegiatan dan sumber utama penghasilannya adalah berupa produksi barang mulai dari awal hingga menjadi barang siap pakai. Salah satu perusahaan yang dicontohkan oleh Beliau adalah PT. Denso Indonesia (DNIA) yang memproduksi filter udara pada mobil.
Ada banyak sekali ilmu yang dapat diambil dari penjelasan Beliau mengenai perusahaan manufaktur, salah satunya adalah adanya push system dan pull system. Dimana push system adalah proses produksi yang terus menerus dilakukan oleh bagian produksi dan diserahkan kebagian penjualan, sehingga suatu saat akan terjadi penumpukan barang jika tidak terjual. Sedangkan pull system adalah sebaliknya, bagian prosduksi adakn memproduksi barang jika dapat permintaan dari bagian penjualan sehingga tidak akan terjadi penumpukan barang tetapi akan lebih merepotkan pada bagian produksi.
Selain itu, pada Total Production System (TPS) ada beberapa hal yang perlu dihindari agar perusahaan dapat berjalan maksimal, yaitu : produksi yang berlebihan, waktu menunggu, transport yang tidak diperlukan, inventori berlebihan, gerakan yang tidak perlu, dan beberapa lainnya lagi. Pendukung lainnya yang tidak perlu adalah : kreatifitas yang tidak ada nilai tambahnya, perkerjaan yang tidak sesuai prosedur dan bekerja tidak sesuai dengan beban seharusnya.
Berikutnya yang kedua penjelasan oleh Dr. David mengenai perusahaan retail yakni perusahaan yang bergerak dibidang penjualan barang yang telah jadi dan siap pakai. Salah satunya adalah PT. Arta Boga Cemerlang. Karakteristik perusahaan retail adalah : (1) membeli barang untuk dijual kembali, dan (2) kesuksesan ditentukan oleh distribusi, dan (3) revenue ditentukan oleh saluran distribusi.
Terakhir adalah penjelasan perusahaan Jasa dengan produk yang ditawarkan kepada konsumen adalah berupa jasa atau pelayanan (service). Yang telah terbukti pelayannya adalah perusahaan jasa Salon Johnny Andrean. Ciri perusahaan jasa adalah : menjual jasa sebagai produknya, kesuksesan ditentukan oleh kualitas jasa/layanana, dan revenue ditentukan oleh konsumen/pelanggan langsung. Salon tersebut menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan jasa dapat benar – benar trend dipasaran dan digunakan oleh konsumen dengan membuat salon tersebut menjadi sebaik mungkin baik dari sisi pemili, karyawan bahkan konsumennya sekalipun.
Diakhir perkuliahan untuk mencairkan suasana, Dr. David kembali mengajak bermain dengan melakukan aktifitas proses produksi pada sebuah perusahaan manufaktur, yakti aktifitas yang melibatkan banyak orang dalam hal ini adalah kawan – kawan mahasiswa. Dengan kode 1, 2, 3 dan 4, mahasiswa melakukan proses produksi dengan gerakan yang sama dan ditentukan sebelumnya. Hasilnya tercipta sebuah peran, alur dan pola teratur sebuah proses produksi.
Perkuliahan – perkuliahan BP4 selanjutkan akan dengan materi dan tamu yang sangat luar biasa selanjutnya demi mendapatkan ilmu dengan praktek seperti yang terjadi pada dunia kerja sesungguhnya.


Pembicara          : Dr.David  S. Kodrat, MM, CPM
Fasilitator            : Lia Farokhah
Lokasi                 : R. Theather Kampus Pusat Perti. Asia 
Kelompok           : Multatuli
Penulis & Editor  : Mahrus Khomaini & Muhammad Idris
Dokumentasi        : Muhammad Oki Putra Samudra, Octaviana Susanti

Artikel Serupa       : bisnispraktis4.wordpress.com smileissimpleway.blogspot.com anjarkurniajaya.blogspot.com  jarebangocir.blogspot.com  exiwile.blogspot.co.id 
clu-world.blogspot.co.id octavianasusanti.blogspot.com


Read more