Thursday, 8 December 2016

Review Film Headshot - Iko Uwais dan Chelsea Islan

Review Film Headshot – Iko Uwais dan Chelsea Islan. Kamis, 8 November 2016 kemarin merupakan penayangan perdana film “Headshot” yang dibintangi oleh aktor laga Iko Uwais, dan dilengkapi pula oleh aktris muda berbakat Chelsea Islan. Penulis berkesempatan  menonton langsung ke bioskop  dengan rasa penasaran ingin menikmati film asli Indonesia yang sangat dinanti – nanti akhir tahun 2016 ini. Berikut adalah ulasan review film “Headshot” setelah menonton secara langsung.


      - Gender Film
Sama halnya dengan film - film action yang dibintangi oleh Iko Uwais sebelumnya, film “Headshot” juga sarat akan adegan saling tembak – tembakan serta aksi perkelahian secara langsung menggunakan tangan kosong. Bedanya, film “Headshot” tidak hanya ber-gendre full action fight saja, namun juga gendre drama romantis. Hal ini dibuktikan pula dengan tampilnya aktris cantik Chelsea Islan sebagai lawan pendamping Iko Uwais dalam beradegan romantis. Namun, adegan drama romantis yang disajikan masih terkesan terpisah atau kurang sesuai jika dipadukan dengan gendre asli film tersebut yakni full action fight. Adegan drama romantis yang ada, sangat terkesan seperti film full drama romantis yang sebenarnya sehingga terasa kaku, berlebihan, tidak alami, dan kurang menyentuh hati para penontonya. Apalagi peralihan antara scene romantis dengan scene fight, terlihat kurang menyambung bahkan terputus karena terjadi kekakuan saat scene romantis lalu perlahan muncul scene fight.
Kalaupun ingin ditambahkan  adegan drama romantis, seharusnya tidak perlu berlebihan sehingga tidak terlihat kaku, cukup dengan beberapa adegan romantis yang sederhana seperti melalui kalimat ataupun tindakan – tindakan ringan akan tetapi dapat berkesan dan menyentuh langsung hati para penonton ditengah – tengah tayangnya film perkelahian yang  sangat mendebarkan.

-      - Alur Cerita
Secara umum, film “Headshot” memiliki alur cerita yang cukup seru dan membuat penasaran saat menontonya. Film ini mengisahkan pemberontakan / pembelotan seorang anak  hasil didikan dengan cara yang tidak manusiawi bersama anak – anak lainya untuk dijadikan seorang pembunuh yang buas. Iko Uwasi sebagai salah satu dari anak tersebut membelot karena sadar akan  kekeliruan didikan dan semua tindakan yang pernah dilakukan.
                Alur cerita yang ada dapat dinikmati dengan jelas dan tidak membingunkan, baik itu alur berjalan maju, maupun alur yang menceritakan kejadian yang telah terjadi.

-      - Kalimat, Pengucapan, dan Penjiwaan
Semua kalimat adegan yang ada diucapkan secara jelas oleh masing – masing aktor, mesipun sekali lagi pada adegan drama romantis, kalimat yang ada membuat adegan semakin terasa kaku.
Secara umum, penjiwaan karakter telah melekat pada masing – masing aktor, kecuali saat drama romantis. Khusus untuk antagonis utama, penjiwaan karakter yang dibawakan perlu diapresiasi karena dinilai sempurna dalam setiap adegannya sehingga membuat penonton merinding.

-       - Aktor yang Terlibat
              Banyak sekali aktor – aktor fight yang beradegan langsung dengan Iko Uwais pada film ini, menjadikan banyaknya scene fight yang ada sehingga penoton dapat menikmati berbagai adegan perkelahian dengan lawan yang berbeda namun sangat alot dan berdurasi cukup panjang.
              Selain aktor fight, aktris drama Chelsea Islan menjadikan film ini memiliki beberapa macam rasa. Chelsea Islan pun tidak hanya beradegan drama romantis, tetapi juga beradegan perkelahian yang dirasa cukup sempurna dan tidak terkesan kaku.
-       
        - Efek Adegan
              Efek berdarah – darah saat adegan tembak – tembakan maupun perkelahian membuat film ini terlihat nyata. Namun, beberapa adegan yang dirasa kurang relevan seperti adegan tembak – tembakan yang beruntun tetapi yang tertembak masih dapat menembak beruntun pula, meskipun pada akhirnya semuanya mati. Selain itu, adegan Iko Uwais yang terlalu banyak “keberuntungan” untuk tidak tertembak padahal dengan jarak dan penembak yang baik seharusnya dapat dikurangi sehingga tidak terlihat seperti dibuat – buat.
                Efek slowmotion beberapa kali hadir pada film “Headshot” untuk memperjelas adegan tertentu sehingga penonton dapat lebih menikmati adegan dengan jelas. Tetapi beberapa efek slowmotion yang berlebihan dan tidak perlu membuat adegan tidak nyata dan seperti dibuat – buat.

-       - Lawan Utama
Tokoh antagonis utama adalah sang pendidik Iko Uwais itu sendiri, tetapi adegan perkelahian yang disajikan melawan antagonis utama dirasa kurang memuaskan karena durasi adegan yang kurang runtun, serta terlalu banyaknya jeda yang tidak perlu saat adegan perkelahian. 

-       - Aliran Bela Diri 
              Pada film – film yang lalu, sangatlah jelas aliran bela diri yang digunakan Iko Uwais maupun lawan - lawannya  saat adegan perkelahian. Namun, pada film “Headshot” sangat terkesan seperti berkelahi tanda ilmu bela diri, semrawut, dan tidak terlihat keindahan seni bela diri, padahal salah satu yang ditonjolkan oleh film – film sebelumnya adalah keindahan ilmu bela diri tersebut.
            Meskipun saat melawan antagonis utama terdapat sedikit keindahan ilmu bela diri, serta  memperjelas aliran bela diri, namun tidak dapat dinikmati secara penuh oleh penonton.  Jika diperhatikan terdapat salah satu koreografi yang sama dengan film The Raid 2, tetapi pada film ini tidak semenarik seperti film sebelumnya  sehingga tidak menyebabkan rasa kagum penonton dengan bertepuk tangan puas. 
  
        - Judul Kurang Jelas
Seperti film Merantau dan The Raid, judul film mencerminkan cerita yang ada pada filmnya, tetapi judul pada film "Headshot" terkesan tidak sama sekali mencerminkan isi maupun alur cerita film, padahal yang diharapakan tentunya adalah arti dari kata 'headshot' itu sendiri.

-         - Adegan / Scene Lucu
             Adegan drama romantis seharusnya dapat meniru konsep dari adegan / scene lucu yang ada. Adegan lucu berjalan dengan sederhana, unik, alami dan tidak berlebihan namun dapat dinikmati langsung oleh penonton dan dibuktikan dengan respon penonton yang tertawa lepas ditengah – tengah film. Porsinya pun tidak berlebihan, tidak menutup gendre utama, dan tidak menimbulkan gendre komedi.  

-      - Karakter Potensial
Karakter yang dimainkan oleh Bimo seharusnya dapat berlanjut cukup panjang karena karakter yang dibawakan dapat dirasakan oleh penonton secara langsung, baik itu karakter dengan adegan lucu, bahkan adegan kasar / sadis. Jika karakternya dikembangkan mungkin saja penonton akan lebih tertarik.

-      Kesalahan Adegan / Scene
              Sampai pada artikel ini ditulis, kesalahan scene yang cukup terlihat ada pada awal – awal mulai jalannya cerita menuju adegan perkelahian, yakni saat Iko Uwais menyusul Bus yang tumpangi Chelsea Islan.


      Itulah beberapa ulasan review dari film “Headshot”. Beberapa detail tidak dapat dijelaskan secara rinci demi menjaga karya film “Headshot” itu sendiri, dan dapat lebih jelas ketika menonton secara langsung dan legal tentunya .

      Artikel ini tidak sedikitpun bermaksud untuk menjelek – jelekkan film “Headshot” melainkan hanya berupa ulasan pendapat subjektif dari penulis yang tidak bisa dibenarkan maupun disalahkan sepenuhnya namun tetap dapat dipertanggungjawabkan oleh penulis. Penulis sangat mengapresiasi film “Headshot” dengan cara menonton secara langsung dan memulis review ulasan pada arikel ini. Semoga perfilman Indonesia semakin lebih baik.  


Penulis & Editor : Mahrus Khomaini





Read more

Thursday, 4 August 2016

Belajar sambil Dolen - BP4 at TSI II

               Kampus Asia kembali menyelenggarakan kegiatan mata kuliah yang sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa semester 4 angkatan 2014 Kampus Asia yaitu Business Practice 4 (BP4). Berbeda dengan sebelumnya diamana perkuliahan BP4 selalu dilakukan didalam kelas an berbagai macam seminar atau kuliah oleh para tamu yang sangat luar biasa, kali ini perkuliahahn BP4 seperti mengambil sebuah tema “Belajar sambil Dolen” dengan mengunjungi sebuah perusahaan atau instansi yang dinilai termasuk kedalam 3 jenis perusahaan yakni manufaktur, retail, dan jasa. Taman Safari Indonesia II (TSI II) yang berlokasi di Prigen Pasuruan  menjadi tujuan kunjungan. Dengan menggunakan transportasi bus, rombongan mahasiswa BP4 berangkat menuju TSI II secara bersamaan. Kampus Asia menilai bahwa TSI II adalah salah satu instansi yang termasuk dalam 3 jenis perusahaan, sehingga diarapakan mahasiswanya yang melakukan kunjungan dapat “memetik”  ilmu secara langsung dari pengelolo TSI II yang beraada dilokasi. 

                Benar saja, agenda pertama setelah mahasiswa BP4 tiba di TSI II adalah kuliah on the spot bersama para pengelola  TSI II.  Materi kuliah pun disamoaikan secara langsung oleh setiap pimpinan pada bagian – bagiannnya. Mulai dari penyampaian materi marketing yang ada pada TSI II, materi keuangan, pelayanan bersafari yang merupakan jenis “jasa”, hingga materi mengenai proses pengelolaan limbah atau kotoran hewan yang ternyata sangat bermanfaat dan menguntungkan.



              Sesuai dengan temanya “Belajar sambil Dolen” sebagai hiburan, usai kuliah on the spot mahasiswa PB4 diajak bersafari atau mengelilingi  Taman Safari Indonesia II untuk melihat koleksi hewan yang ada menggunakan bus. Satu jam mengelilingi dan melihat koleksi TSI II seperti berkeliling dunia, melihat hewan dari sebagala penjuru dunia  sehingga akan memberikan pengalaman yang berkesan. Hal ini termasuk dalam “pelayanan jasa”  yang dapat dipelajar oleh mahasiswa BP4, bagaimana para pengelola mengatur sedemikianj rupa sehingga pelayanan untuk melakukan safari dapat benar – benar dinikmati oleh pengunjung secara maksimal.Bukan hanya pelayanan dibidang safari, TSI II juga menyediakan sangat banyak tontoanan yang sangat menghibur namun memiliki nilai edukasi, agar kita selalu menjaga satwa – satwa yang dlindungi dari kepunahan. 

Perkuliahan yang dilakukan di Taman Safari Indonesia II ini merupakan penutup dari mata kuliah Business Practice 4. Diharapakan mahasiswa Kampus Asia dapat benar – benar mengambil keilmuan yang ada pada ata kuliah ini. 


Fasilitator  : Lia Farokhah, S.Kom, M.Eng
Lokasi       : Taman Safari Indonesia II Prigen
Kelompok : Multatuli
Penulis & Editor : Mahrus Khomaini
Dokumentasi : Mahrus Khomaini, Dian Anggraeni, Arista Septiana Dewi, Oktaviana Susanti



Read more

Sunday, 12 June 2016

Muda Kuliah, Muda Berwirausaha oleh Hadi Kurniawan (BP 4 Kampus ASIA Malang)


Kampus ASIA Malang kembali menggelar kuliah tamu dalam rangka melanjutkan pertemuan mata kuliah Business Practice 4 (BP4)
untuk kesekian kalinya. Kuliah tamu yang digerlar untuk mahasiswa Kampus ASIA yang ditujukan kepada mahasiswa semester 4
tersebut dilaksanakan pada kamis, 9 juni 2016 lalu di ruang theather Kampus Pusat ASIA Malang.

Tema kuliah tamu kali ini adalah tentang perusahaan yang bergerak dibidang jasa, yaitu perusahaan yang menjual pelayanan
berupa pelayanan kepadda konsumennya. Kampus ASIA mendatangkan seorang tamu yang sangat luar bisa, karena dengan usianya
yang terbilang muda saat ini ia adalah perintis dan pemilik perusahaan pelayanan jasa "tour & travel", CV. KONSEP GLOBAL MEDIA
atau yang lebih sering di sebut dengan KONSEP. Didirikan oleh Hadi Kurniawan yang lebih akrab disapa Mas Hadi 4 maret 2014 disurabaya
dan kini telah sah pada bulan juli 2014 lalu.

Pada awalnya, KONSEP hanya berupa layaknya EO yang dipimpin oleh Mas Hadi untuk meramaikan sebuah acara. Seperti salaha satu pengalamannya
yang diceritakan, Mas Hadi menerima Job untuk meramaikan sebuah acara di sebuah hotel berbintang lima daerah Surabaya. Mas Hadi menerimanya.
Dengan kecerdikannya, Mas Hadu memanfaatkan  teman - teman yang mempunyai keahlian dalam tarian tradisional Indonesia untuk mempromosikan
dan meramaikan acara pada hotel tersebut.Ramai dan dinilai sukses. Selanjutnya Mas Hadi melanjutkan  system marketing door to door dari hotel ke hotel lainnya
untuk menawarkan jasanya. Mas Hadi melakukannya bersama teman - temannya sekedar untuk mengisi aktifitas dan mencari sebuah nama atau brand tentunya tanpa
memikirkan keuntungan sedikitpun.

Pemikiran itu berubah, Mas Hadi merubahnya menjadi sebuah pelayanan jasa "tour & travel" dengan bermodalkan 11 juta untuk melegalkan perusahaanya serta melengkapi
segala kebutuhan admisitratif. Dalam bisnisnya ini, Mas Hadi menawarkan pelayanan jasa tiket pesawat, hotel, sewa mobil dan yang utama adalah tour & travel nya.
Mas Hadi PD dengan "tour & travel" nya karena jasa layanan yang ia tawarkan sangat mengutamakan kenyamanan konsumen dengan prinsip "Tour & Education".

Kini Mas Hadi terus mengembangkan bisnisnya, salah satunya dengan mengeluarkan brand terbaru berupa "Lee Pad", yakni segala kebutuhan perjalanan yang semuanya serba
praktis karena mudah dibawa atau dalam kata lain adalah barang yang di lipat (LeePad).
Semoga semangat dan usaha serta jiwa wirausaha Mas Hadi adalah cerminan anak - anak muda bangsa Indonesia kedepan.

Pembicara : Hadi Kurniawan
Fasilitator  : Lia Farokhah
Lokasi       : R. Theater, Perti ASIA Malang
Kelompok : Multatuli
Penulis & Editor : Mahrus Khomaini
Dokumentasi : Achmat Yudianto
Read more

Friday, 20 May 2016

Informasi Beasiswa DataPrint 2016

INFO - Bagi para pelajar dan mahasiswa seluruh Indonesia tanpa terkecuali, yang berminat untuk mendapatkan beasiswa sejumlah uang tunai, DataPrint tahun 2016 ini kembali membuka pendaftaran untuk mendapatkan beasiswa dengan cara MENULISKAN ESSAY sesuai dengan tingkatan pendidikan dan tema yang telah ditentukan. 

Terbagi menjadi 2 periode :

Periode 1 : 27 Januari - 20 Juni 2016
Pengumuman : 28 Juni 2016

Periode 2 : 1 Juli - 25 Desember 2016
Pengumuman : 5 Januari 2017

Segera mendaftar, info lebih lengkap kunjungi -- DATAPRINT
 beasiswadataprint.com beasiswadataprint.com/formulir/

Sumber : www.beasiswadataprint.com
Read more

Wednesday, 18 May 2016

Tiga Jenis Perusahaan secara Umum

Berikut adalah jenis perusahaan secara umum.
1. Perusahaan Manufaktur
Perusahaan manufaktur (manufacturing firm) adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut.
Kegiatan khusus dalam perusahaan manufaktur adalah pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Kegiatan ini sering disebut proses produksi.
Beberapa contoh perusahaan manufaktur adalah pada gambar berikut.
PT Sepatu Bata Tbk
PT Djarum Tbk
 
PT Astra International Tbk


2. Perusahaan Retail
Perusahaan retail merupakan perusahaan yang melakukan penjualan  langsung barang di setiap jenis outlet seperti kios atau warung, tradisional,  pasar modern,  departemen store, butik, dan lainnya termasuk layanan  pengiriman yang umumnya memasok untuk pembeli konsumsi pribadi.  Bisnis retail di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok  utama yaitu modern retail dan tradisional retail. Modern retail merupakan  perkembangan baru dari tradisional retail dengan perkembangan teknologi  serta perubahan gaya hidup masyarakat yang menuntut kenyamanan dan  kepraktisan dalam berbelanja. Banyak modern retail yang berkembang saat  ini karena industri retail modern memiliki tingkat keuntungan moderat,  biasanya sekitar 7-15 persen dari omset. Namun demikian, bisnis ini sangat mudah karena pembelian konsumen umumnya dilakukan dalam bentuk tunai, sementara pembayaran kepada pemasok umumnya dibayar kemudian. 
Beberapa contoh perusahaan retail adalah pada gambar berikut.
PT Sumber Alfaria Trijaya
 
Guardian Drug Store
Gramedia Books Store
3. Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan kata lain, perusahaan jasa menjual “barang” tidak berwujud. 
Beberapa contoh perusahaan jasa adalah pada gambar berikut.

 
PT Garuda Indonesia tbk
 
PT Bank Central Asia Tbk (BCA)


PT. JATIM PARK GROUP
Read more

Wednesday, 11 May 2016

Seminar AKBAR oleh Pemateri Luar Biasa : Mas Eric, Kang Arief dan Bapak Tanadi Santoso



Arief Budiman
Malang - Bertempatkan di Hotel Kartika Graha, Kampus ASIA sukses menyelengarakan seminar akbar dalam rangka lanjutan Business Practice 4 (BP4) oleh para pemateri yang sangat luar biasa yakni : Ong Eric Yosua, Arief Budiman serta Tanadi Santoso. Seminar akbar yang digelar pada kamis 28 april 2016 tersebut berjalan dengan lancar dan meriah dengan dihadiri lebih dari 1200 peserta yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi I pada pukul : 08:30 WIB - 12:00 WIB dan kemudian lanjut pada sesi II pukul 13:30 WIB - 17:00 WIB sehingga dapat dikatakan seminar akbar ini adalah berupa seminar "marathon" yang berisikan materi yang sangat bermanfaat tentunya dibawakan oleh pemateri yang sudah tidak diragukan lagi bidang keahliannya.

Sesi I seminar akbar resmi dibuka dengan sambutan yang meriah oleh orang nomor satu di Kampus ASIA Malang, yakni Bapak Teguh Widodo, MM selaku Ketua Perguruan Tinggi ASIA Malang. Beliau menyampaikan rasa bangga kepada para peserta seminar atas keberhasilan Kampus ASIA menyelenggarakan seminar akbar dengan mendatangkan tiga tamu utama sebagai pemateri yang sangat luar biasa. Beliau juga menyampaikan betapa beruntungnya masyarakat kota malang atau bahkan yang jauh - jauh dari luar kota malang sengaja datang untuk mengikuti seminar akbar ini, karena tidak semua orang hadir menjadi peserta dikarenakan jumlah kursi yang terbatas apalagi sebelumnya ditambah dengan harga tiket yang dapat dikatakan "kualitas bisnis, harga mahasiswa", yakni Rp. 20.000,-, dengan harga tiket yang sangat terjangkau untuk semua kalangan tersebut jika dibandingkan dengan tamu yang dihadirkan maka tidaklah seberapa karena normalnya saja ketiga tamu tersebut apabila mengadakan seminar makan nilai tiketnya dapat dipastikan akan menguras dompet apalagi dompetnya anak kost, canda Beliau.

Tanadi Santoso
Bapak Tanadi Santoso sebagai "Pencetus Utama" digelarnya mata kuliah yang berbeda dari biasanya bahkan terlihat "nyeleneh" untuk kebanyakan orang bahkan oleh mahasiswa itu sendiri, yakni Mata Kuliah Business Practice (BP) baik itu BP1, BP2, BP3 dan BP4, hadir membuka dan mengisi materi pendahuluan berupa materi pengenalan mengenai mata kuliah tersebut kepada peserta seminar. Ketika pertama kali menggelar mata kuliah Businesss Practice, Beliau benar - benar merasa sangat yakin akan kesuksesan mata kuliah ini meskipun tidak sedikit bahkan internal yang menentang dan tidak setuju diselenggarakannya mata kuliah Business Practice. Dengan berdalihkan mata kuliah yang tidak ada gunanya bahkan dipastikan menghabiskan banyak dana, menguras banyak waktu dan tenaga baik itu tim dosen bahkan mahasiswa sebagai pelaksana mata kuliah, Bapak Tanadi Santoso terus mendapatkan tekanan yang luar biasa untuk tidak melanjutkan program mata kuliah ini. Tetapi dengan backround sebagai seorang enterpreneur, sebagai orang yang sudah terlalu "eneg" lalu lalang didunia bisnis baik itu dalam maupun luar negeri, sebagai orang yang benar - benar paham bagaimana lulusan strata 1 di Indonesia yang tiap tahunnya terus bertambah dan terus mengharapkan diterima diperusahaan dengan mudah, Beliau tahu bahwa sekarang gap atau jarak antara dunia Perguruan Tinggi yakni dunianya para mahasiswa adalah sangat berbeda jauh dengan dunia kerja nyata yang ada, sehingga tidak sedikit perusahaan - perusahaan yang mengeluh akan lulusan - lulusan strata baru, sehingga cita - cita atau keinginan Bapak Tanadi Santoso adalah sederhana, yaitu "memperkecil gap antara dunia pendidikan dengan dunia kerja nyata" meskpun itu ditempuh dengan cara yang tidak biasa dan membutuhkan kerja extra seperti yang dilakukan Beliau saat ini yakni menyelenggarakan mata kuliah Business Practice yang mengambil konsep secara langsung dari duni kerja nyata. Mulai dari BP1 mahasiswa Kampus Asia diajarkan dengan cara "terjun langsung" sebagai Event Organizer (EO) untuk menyelenggarakan sebuah event besar. BP2 mahasiswa diajarkan mengenai Personal Selling bagaimana cara masing - masing individu berjualan atau menawarkan produk yang dimiliki kepada customer dengan baik dan tentunya berhasil laku. BP3 mahasiswa dijejali dengan materi Internet Marketing memanfaatkan promosi dan penjualan melalui internet secara maksimal dan tepat sasaran. Hingga saat ini BP4 disuguhkan dengan tahap akhir yakni Etika Bisnis. Semua BP mulai dari awal hingga akhir tidak hanya diselenggarakan dalam bentuk materi kelas, tetapi langsung pada praktek lapangan yang didukung dengan tim fasilitatornya masing - masing.
Ong Eric Yosua
Pokok dari seminar akbar sesi I adalah motivasi enterpreneur.Seperti yang disampaikan oleh pemateri Ong Eric Yosua, Beliau menceritakan bagaimana perjalanan hidupnya mulai dari "gembel" hingga "kaya muda" seperti sekarang. Mas Eric (panggilan akrab) menceritakan bagaimana perjalannya hidupnya mulai dari membuat EO, membuat usaha gantungan kunci hingga berjualan trasi door to door ke restoran - restoran. Hingga saat ini yang dulunya berjualan trasi milik temannya, Beliau memegang setidaknya hampir setengah dari saham perusahaan trasi bernama CV. Tikosu Internasional dengan produk Trasisan padahal sebelumnya Beliau tidak memiliki uang sepeserpun untuk memiliki saham tersebut. Mas Eric selain "mondar - mandir " didunia bisnis, Beliau juga aktif menggelar seminar - seminar akbar enterpreneur lainnya yang tentu didukung oleh kesuksesannya sebagai seorang pembisinis muda hingga menerima Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia - Indonesia  sebagai "Motivator Termuda yang telah Berkarya di 4 Mancanegara" pada tahun 2015 lalu.
Satu quote yang selalu Mas Eric pegang dan terus dibagikan kepada oarang lain, yaitu : "Tidak ada yang tidak mungkin selama kita MAU BERUSAHA. Pengetahuan bisa digali, keahlian bisa diasah, enterpreneur datang dengan SATU TEKAD, penakut pulang dengan SERIBU ALASAN ".

Setelah Mas Eric, selanjutnya adalah seorang enterpreneur yang agak "mbanyol" baik dari segi wajah bahkan sampai cara ketika menyampaikan materi, yakni Arief Budiman atau lebih nyaman dipanggil Kang Arief. Pendiri dan pemilik Perusahaan Petak Umpet menyampaikan banyak sekali motivasi sederhana namun sangat mengena bagi peserta dengan disertai guyon - guyon "menggelitik''. Salah satunya adalah  Beliau mengatakan "Orang - orang besar saat ini berasal dari manusia biasa" sambil menunjukkan foto Steve Jobs ketika masih muda, foto yang sangat lucu dan aneh untuk seorang sebagai pendiri dan pemilik Perusahaan Apple. Beliau mengatakan "orang biasa seperti Jobs, dengan wajah yang kurang ngedangdut bagaimana lagi.. sehingga bisa membangun perusahaan sebesar Apple saat ini.". Motivasi dengan guyon yang sederhana tetapi "menampar" jiwa - jiwa muda saat ini untuk terpaksa menjadi sukses dan kaya.

Untuk kedua kalinya dalam sesi I,  Bapak Tanadi Santoso kembali memberikan materi motivasi terakhir sebagai penutup dari dua pemateri luar biasa sebelumnya. Pak Tanadi Santoso sangat serius ketika memberikan sebuah motivasi kepada para peserta seminar. Beliau membawakan materi berupa INOVASI ATAU MATI. Beliau menjelaskan dengan sederhana mengenai definisi inovasi, yaitu : "Manusia, Nilai Lebih, Implementasi Idea Baru".  Bapak Tanadi Santoso juga menjelaskan perkembangan dunia enterpreneur khususnya perusahaan - perusahaan yang "megah" saat ini saling beradu inovasi untuk memberikan pelayanan yang lebih keoada customer. Tetapi Beliau juga menekankan untuk para peserta seminar bahwa "Inovasi tidak  harus terlihat besar, tetapi inovasi yang baru dan bermanfaat meskipun sekecil apapun." 

Demikianlah seminar akbar pada sesi I yang sangat luar biasa, selanjutnya adalah seminar sesi II yang akan membahas materi lebih mendalam mengenai teknik - teknik seorang enterpreneur.
Next Artikel / Artikel Lainnya.
Peserta Seminar
Pembicara : Ong Eric Yosua, S.E. | M. Arief Budiman, Tanadi Santoso, MBA
Fasilitator  : Lia Farokhah
Lokasi       : Hotel Kartika Graha Malang
Kelompok : Multatuli
Penulis & Editor : Mahrus Khomaini
Dokumentasi : Anjar Kurniajaya 


Read more

Wednesday, 20 April 2016

Kuliah Tamu Kedua BP4 Pert. ASIA “Retail Banking & 4 Fungsi Bisnis Pada Perusahaan Jasa” oleh Mutia Amanatillah Tasya, S.Ikom




Malang – Bertepatan dengan Peringatan HariKartini 21 april 2016 PerguruanT inggi Asia menyelenggarakan kuliah tamu kedua dalam matakuliah Business Practice 4 (BP4) setelah sebelumnya juga sukses menyelenggarakan kuliah tamu perdana. Kampus Asia mendatangkan tamu seorang “Kartini Muda”  yang saat ini sedang berkarir dibidang marketing sebuah bank swasta ternama di Indonesia, yaitu Mutia Amanatillah Tasya, S.Ikom dengan tema “Retail Banking & 4 Fungsi Bisnis Pada Perusahaan Jasa”. Masih muda dan bersemangat sehingga sangat pantas dipanggil sebagai seorang “kakak”.
Kak Mutia menjelaskan banyak hal pengetahuan mengenai perbankan di Indonesia, mulai dari penjelasan umum hingga masuk ke detail bagaimana proses masuk (rekrut ) untuk menjadi seorang karyawan disebuah bank. Tentunya proses pengrekrutan yang dilakukan oleh bank tidak main – main, sangat banyak tahapan demi tahapan yang tentunya dengan seleksi sangat ketat dan bersaing.
Kak Mutia menjelaskan proses bagaimana pengrekrutan seorang karyawan pada sebuah bank, dengan beberapa tahapan sebagai berikut.

Job Fair & Intern : bank melakukan pengrekrutan karyawan melalui sebuah event khusus job, biasanya untuk pengrekrutan karyawan dalam jumlah yang cukup besar. Sedangkan untuk pengrekrutan jumlah kecil misalnya membutuhkan 1-5 karyawan, maka pihak bank melakukan rekrut melalui “Lowongan Kerja” secara intern, yaitu dengan membuka lowongan dalam waktu tertentu dan pelamarcalon karyawan langsung dating menjumpai kantor bank yang ditentukan.

  

    Seleksi Tahap I : yakni berupa psikotes internal, biasanya berisi tes mengenai karakter kepribadian, soal gambar, soal deret angkat, bahkan pengetahuan mengenai bank, dan lain sebagainya.

Seleksi TahapII : yakni tes tulis mengenai pengetahuan tentang perbankan, tujuan, usaha dan harapan kedepan jika karyawan tersebut diterima, dan lainnya.

Seleksi Tahap III : Interview untuk mengetahui pengetahuan calon karyawan secara langsung, lebih spesifik biasanya pengetahuan tentang bank yang dituju.
     Seleksi IV : Interview II yang biasanya dilakukan oleh Pimpinan Cabang. Biasanya akan ditanyakan seperti “Apa yang akan dilakukan?”.Kak Mutia memberikan sedikit bocoran jawaban pribadinya, yakni : “melakukan adaptasi dengan sekitar kemudian membangun network sehingga dapat meminta referensiu ntuk melakukan pengembangan network”, jawaban ini cocok untuk pelamar posisi marketing.

Seleksi Tahap V :yakni Psikotes Internal yang dilakukan oleh bank untuk mengetahui lebih dalam karakter calon karyawan.

TahapVI : interview III yang dilakukan oleh HRD, biasanya materi interview berupa penawaran hak dan kewajiban jika menjadi karyawan.

Test Akhir :berupa test kesehatan, bank akan sangat mempertimbangkan penyakit yang dimiliki oleh calon karyawan.

Demikianlah dari sekain banyak penjelasan materi yang disampaikan Kak Mutia khususnya mengenai prekrutan karyawan. Sampai bertemu di matakuliah Business Pratice 4 dengan tamu – tamu yang luar biasa berikutnya.

*Jangan lupa dapatkan segera tiket

Seminar Akbar Business Practice PERTI ASIA oleh Arief Budiman, Ong Eric Yosua, dan Tanadi Santoso



Pembicara : Mutia Amanatillah Tasya, S.Kom
Fasilitator :Lia Farokhah
Lokasi : R.Teather Kampus Pusat Perti. ASIA
Kelompok : Multatuli
Penulis & Editor : Mahrus Khomaini
Dokumentasi : Mahrus Khomaini





Read more

Monday, 18 April 2016

Seminar Akbar Business Practice PERTI ASIA oleh Arief Budiman, Ong Eric Yosua, dan Tanadi Santoso

Poster 
Developing Entreprenurial Mindset :  How Passion and Innovation Drive Success “Menciptakan Pola Pikir Kewirausahaan dengan Inovasi dan Gairah Berbisnis”

Basic Business Skills : “Creativity, Selling Skills and Negotiation”
Kemampuan Dasar Berbisnis : “Kreativitas, Teknis Berjualan, dan Negosiasi”

Passion & Creativity oleh Arief Budiman
Chief Executive Officer Petakumpet
Pembicara topik kreativitas di lebih 400 perusahaan besar antara lain Bank Mandiri, Indosat, Telkomsel, Telkom, ABC Heinz, Djarum, Bank Indonesia, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), dan lain – lain, yang membangun Petakumpet menjadi The Most Admired Company In The World yang mempunyai ratusan klien antara lain Group Djarum, Group Kedaulatan Rakyat, Plaza Ambarukmo, Angkasa Pura 1 dan PT. Lokaniaga Adipertama.


Entrepreneurship & Selling Skills oleh Ong Eric Yosua
Enttrepreneurship Specialist Motivator
Pebisnis muda yang mendirikan beberapa bisnis yang sampai saat ini masih dijalankan antara lain 2009 CLE Production Spesialis pembuat merchandise gantungan kunci dan tas spondbound, 2008 Terapi Cap Trassian, 2010 Ong Eric Yosua Entrepreneurship Specialist Motivator, 2013 ABCD Cleaning Service, 2014 Bakwan Indonesia, 2015 Cheap Stay Surabaya bersama Agoda.

Innovation & Negotiation oleh Tanadi Santoso
Business Motivational Speaker
Setelah menyelesaikan pendidikan civil engineering-nya di Taiwan, Tanadi Santoso membuka toko komputer pada tahun 1986 dan sampai saat ini Tanadi Santoso masih aktif dalam bisnis pendidikan S1 di Malang dan Bali, program setara D1 di Malang, Madiun, dan Bali; Perusahaan web-design, graphic dan multimedia miliknya pun berjalan sukses di Jakarta dan Surabaya; Sandler Training ; Gift Shop Pipiland Property dan beberapa bisnis lainnya. Aktif mengisi acara Business Wisdom di Radio Bisnis Pas FM seluruh Indonesia dan berbekal ilmu MBA dari University OF Chicago sera ilmu terbaru dari executive education di UC Barkeley dan Stanford University, Tanadi Santoso sering mengadakan seminar dan in-house Training di berbagai perusahaan seperti BCA, Sampoerna, Pelabuhan Indonesia II dan IV, PLN, Astra Honda Motor, Astra International, JNE, BII, Unilever, PT. KAO Indonesia, Diklat Pemprov Jawa Timur, Kalbe Farma, Telkomsel, Pertamina, Pegadaian, Sinar Mas Group, Bank Indonesia, Bogasari, Bank Mandiri, Hocim, Coca – Cola, BNI, United Tractor, Wismilak Group, Sanyo, Telkom, Gajah Tunggal, Yamaha, Pupuk Sriwijaya, Petronas Niaga Indonesia, Permata Bank, Ciputra Group, serta mengadakan public seminar 5 Dasy MBA 23 Batch dalam 3 tahun diberbagai kota besar Indonesia.

Lokasi : Hotel Kartika Graha, 28 April 2016 Jalan Agung Suprapto No. 17 Malang
Sesi 1 : 08.30 – 12.00
Sesi 2 : 13.30 – 17.00

Contact Person and Ticket :
Mahrus : 089648399003

HTM = Mahasiswa PERTI ASIA : IDR 10K / 20K + Sertifikat (ditempat)
Umum        : IDR 20K / 30K + Sertifikat (ditempat)






Read more

Wednesday, 13 April 2016

Ketika Nilai Mengalahkan Kejujuran (Versi Asli Sebelum Editing Radar Malang)

Ketika Nilai Mengalahkan Kejujuran

Malang Post, Senin 4 Januari 2016
Nilai, atau dengan kata lain adalah skor untuk sebuah mata pelajaran merupakan salah satu hal mutlak penentu seorang pelajar lulus maupun tidaknya terhadap mata pelajaran tersebut. Para pelajar dituntut untuk mampu menguasai semua mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang belaku, sesuai dengan standar minimal kelulusan, sehingga para pelajar sangat berusaha untuk memenuhi tuntutan tersebut. Tetapi bagaimana jika cara yang digunakan pelajar adalah cara yang salah, cara yang tidak jujur, cara yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pelajar untuk mendapatkan sebuah nilai mata pelajaran.
Penulis dapat mengatakan demikian karena baru saja menyelesaikan bagaimana  rasanya berkehidupan menjadi seorang pelajar mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Seperti ketika SMA, saat ujian sebuah mata pelajaran banyak sekali cara – cara yang digunakan adalah sebuah kecurangan seperti mencontek, bertanya teman, menggunakan handphone dan lainnya yang digunakan bagaimana agar soal dapat terjawab dengan benar dan tentunya berharap mendapatkan nilai yang seminimal mungkin berada diatas nilai standar minimal kelulusan. Cara tersebut dilakukan dan ternyata berhasil, nilai yang diperoleh pun sesuai harapan dan tidak ada  teguran maupun nasehat dari guru selaku pengajarnya.
Guru sebagai pihak pengajar yang mengemban amanah mengajar dan mendidik disini apakah tidak mengatahui akan hal tersebut, akan semua cara yang digunakan pelajarnya dalam memperoleh nilai. Penulis rasa guru tahu akan hal tersebut karena  saat proses belajar mengajar, saat sebelum ujian dan bahkan saat ujian itupun guru selalu mengingatkan pelajarnya agar jujur dalam mengerjakan, jujur dalam menjawab soal – soal yang diberikan. Selain itu, guru juga sering mengatakan bahwa beliau tahu mana yang mencontek dan mana yang tidak, mana yang mengerjakan dengan jujur dan mana yang berbuat curang. Tetapi tetap saja pada akhirnya ketika nilai diperoleh, mata guru tertuju pada dia yang mendapatkan nilai tertinggi dan terendah, bukan malah pada dia yang jujur atapun yang  curang. Semua kecurangan yang diketahui seperti hilang tanpa jejak, yang terpenting adalah nilai tertinggi dan terendah. Semua usaha dengan kejujuran yang dilakukan pelajarnya seperti terlupakan tertutupi dengan nilainya yang rendah.
Mereka yang memperoleh nilai tinggi dianggap pintar dan begitu juga sebaliknya tanpa memperhatikan metode atau sudut pandang lain terhadap penilaian seorang pelajar termasuk sudut pandang kejujuran dan kecurangan yang dilakukan pelajar dalam memperoleh nilai. Bahkan tidak sedikit guru yang memuji mereka ketika mendapatakan nilai tinggi dengan cara apapun, sedangkan sebaliknya mengumumkan atau memberi tahu didepan pelajar lainnya terhadap mereka yang mendapatkan nilai  rendah tanpa menasehati secara individu terlebih dahulu, terkesan seperti mempermalukan mereka tanpa sekali lagi melihat sudut pandang kejujuran maupun kecurangan yang merekan lakukan, tanpa melihat apakah mereka yang mendapatkan nilai tinggi sudah benar caranya, tanpa melihat apakah mereka yang nilanya rendah tetapi berjalan dengan cara mengerjakan yang jujur.
Itulah salah satu alasan yang tidak seharusnya menjadi alasan mengapa banyak pelajar yang melakukan cara curang dalam mendapatkan sebuah nilai. Karena ketika mereka melakukan cara apaun untuk mendapatkan nilai yang tinggi , itu lebih dihargai oleh guru daripada mereka yang berusaha untuk jujur tetapi mendapatkan nilai yang rendah. Bukannya nasehat, bimbingan tambahan maupun lainnya yang dapat meningkatkan kemampuan mereka melainkan sebuah perlakuan yang terkesan mempermalukan. Pelajar seperti diberikan sebuah pilihan “Jujur tapi nilai jelek dan tidak dihargai, atau nilai tinggi dan dipuji meskipun itu curang” dan guru seperti tidak peduli akan hal tersebut. Bahkan tidak sedikit mereka pelajar yang sebelumnya jujur menjadi berbuat curang karena sadar ia tidak dihargai dengan kejujurannya. 
Apakah disini pelajar yang berbuat curang telah berbuat benar dengan alasan tesebut? Tentu saja tidak. Tidak ada alasan apapun seorang pelajar melakukan kecurangan hanya untuk mendapatkan sebuah nilai.
Apakah disini guru sebagai pengajarlah yang salah? Tentu saja tidak. Guru  berupaya melakukan apapun yang Ia bisa dilakukan untuk kebaikan pelajarnya. Sebelumnya guru sudah memberikan yang terbaik dalam proses belajar mengajar, menyampaikan apa yang seharusnya. Mengingatkan dan menasehati kepada pelajarnya semua yang baik – baik. Bahkan tidak sedikit guru yang menghargai mereka yang telah berbuat jujur dengan cara tidak mempermalukannya, dengan cara memberikan nasehat dan bimbingan tambaha kepada pelajarnya. Mungkin saja pelajarnya yang tidak mampu karena terkena penyakit yang namanya malas sehingga mereka tidak bisa. Tetapi disitulah tugas amanah seorang guru selain mengajar yaitu mendidik, menjadikan pelajarnya sebagai orang yang berpendidikan dan berakhlak dengan cara yang sesuai tentunya.
Lantas bagaimana solusi akan permasalahan tersebut? Tentunya penanaman pemahaman yang mendasar kepada pelajar dan pengajar bahwa nilai bukanlah segalanya, masih ada kejujuran diatasnya.  Selain itu, kegigihan pelajarlah yang perlu ditingkatkan sehingga mampu dengan baik tanpa berbuat curang. Gurupun demikian, cara mengajar dan mendidik yang baik, yang sesuailah yang dibutuhkan oleh seorang pelajar. Mungkin saja tidak hanya mereka yang mendapatkan nilai tinggi diberi sebuah penghargaan, tetapi mereka juga penghargaan terhadapr mereka yang telah berbuat jujur. 
Siapakah yang salah? Tentu saja mereka yang berfikir nilai adalah segalalnya, mereka  yang menganggap tidak ada sudut pandang lain selain nilai. Sehingga yang terjadi adalah melakukan cara apapun demi mendapatkan nilai yang diinginkan meskipun dengan cara – cara yang tidak seharusnya. Tidak ada yang perlu disalahkan, berusahalah  jangan sampai nilai mengalahkan kejujuran.

Dimuat oleh Radar Malang pada Senin 4 Januari 2016 di kolom 'Ruang Guru' halaman 2
Read more

Tuesday, 12 April 2016

Kuliah Perdana Business Practice 4 (BP4) Kampus Asia oleh Dr. David Sukardi Kodrat., MM., CPM.

Demi memperkecil gap (jarak) antara dunia perkuliahan dengan dunia kerja yang sesungguhnya, Perguruan Tinggi Asia Malang dengan serius menyelenggarakan matakuliah Business Practice atau biasanya disingkat oleh para mahasiswa sebagai matakuliah BP. Hingga kini sedang terselenggara BP4 yang ditempuh oleh seluruh mahasiswa semester IV kampus Asia setelah lulus menempuh BP1, BP2 dan BP3 pada semester – semester sebelumnya. Business Practice merupakan matakuliah yang bertujuan untuk memberikan gambaran langsung melalui praktek mengenai bagaimana duni kerja yang sesungguhnya dan hanya ada satu – satunya di Kampus Asia Malang.
Kamis, 7 april 2016 merupakan kuliah perdana matakuliah BP4 yang terdiri atas 3 SKS tersebut. Tak tanggung – tanggung, kuliah perdana BP4 tersebut Kampus Asia menyelenggarakan Kuliah Tamu oleh seorang praktisi luar biasa yaitu Dr. David Sukardi Kodrat., MM., CPM. Beliau merupakan Dekan Pascasarjana Universitas Ciputra Surabaya 2011 dengan 38 Jurnal yang telah terakreditasi dalam bahkan luar negeri.
Sebelum masuk ke perkuliahan, sesi dibuka dengan melakukan senam otak secara beramai - ramai yang dipimpin langsung oleh Dr. David dengan tujuan agar otak kita menjadi fress kembali selain melatih kemampuan otak itu sendiri.
Kuliah perdana kali ini, materi yang disampaikan oleh Dr. David adalah mengenai seluk – beluk Perusahaan Manufaktur, Retail dan Jasa.
Seperti yang dijelaskan oleh beliau, perusahaan manufaktur adalah perusahaan dengan kegiatan dan sumber utama penghasilannya adalah berupa produksi barang mulai dari awal hingga menjadi barang siap pakai. Salah satu perusahaan yang dicontohkan oleh Beliau adalah PT. Denso Indonesia (DNIA) yang memproduksi filter udara pada mobil.
Ada banyak sekali ilmu yang dapat diambil dari penjelasan Beliau mengenai perusahaan manufaktur, salah satunya adalah adanya push system dan pull system. Dimana push system adalah proses produksi yang terus menerus dilakukan oleh bagian produksi dan diserahkan kebagian penjualan, sehingga suatu saat akan terjadi penumpukan barang jika tidak terjual. Sedangkan pull system adalah sebaliknya, bagian prosduksi adakn memproduksi barang jika dapat permintaan dari bagian penjualan sehingga tidak akan terjadi penumpukan barang tetapi akan lebih merepotkan pada bagian produksi.
Selain itu, pada Total Production System (TPS) ada beberapa hal yang perlu dihindari agar perusahaan dapat berjalan maksimal, yaitu : produksi yang berlebihan, waktu menunggu, transport yang tidak diperlukan, inventori berlebihan, gerakan yang tidak perlu, dan beberapa lainnya lagi. Pendukung lainnya yang tidak perlu adalah : kreatifitas yang tidak ada nilai tambahnya, perkerjaan yang tidak sesuai prosedur dan bekerja tidak sesuai dengan beban seharusnya.
Berikutnya yang kedua penjelasan oleh Dr. David mengenai perusahaan retail yakni perusahaan yang bergerak dibidang penjualan barang yang telah jadi dan siap pakai. Salah satunya adalah PT. Arta Boga Cemerlang. Karakteristik perusahaan retail adalah : (1) membeli barang untuk dijual kembali, dan (2) kesuksesan ditentukan oleh distribusi, dan (3) revenue ditentukan oleh saluran distribusi.
Terakhir adalah penjelasan perusahaan Jasa dengan produk yang ditawarkan kepada konsumen adalah berupa jasa atau pelayanan (service). Yang telah terbukti pelayannya adalah perusahaan jasa Salon Johnny Andrean. Ciri perusahaan jasa adalah : menjual jasa sebagai produknya, kesuksesan ditentukan oleh kualitas jasa/layanana, dan revenue ditentukan oleh konsumen/pelanggan langsung. Salon tersebut menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan jasa dapat benar – benar trend dipasaran dan digunakan oleh konsumen dengan membuat salon tersebut menjadi sebaik mungkin baik dari sisi pemili, karyawan bahkan konsumennya sekalipun.
Diakhir perkuliahan untuk mencairkan suasana, Dr. David kembali mengajak bermain dengan melakukan aktifitas proses produksi pada sebuah perusahaan manufaktur, yakti aktifitas yang melibatkan banyak orang dalam hal ini adalah kawan – kawan mahasiswa. Dengan kode 1, 2, 3 dan 4, mahasiswa melakukan proses produksi dengan gerakan yang sama dan ditentukan sebelumnya. Hasilnya tercipta sebuah peran, alur dan pola teratur sebuah proses produksi.
Perkuliahan – perkuliahan BP4 selanjutkan akan dengan materi dan tamu yang sangat luar biasa selanjutnya demi mendapatkan ilmu dengan praktek seperti yang terjadi pada dunia kerja sesungguhnya.


Pembicara          : Dr.David  S. Kodrat, MM, CPM
Fasilitator            : Lia Farokhah
Lokasi                 : R. Theather Kampus Pusat Perti. Asia 
Kelompok           : Multatuli
Penulis & Editor  : Mahrus Khomaini & Muhammad Idris
Dokumentasi        : Muhammad Oki Putra Samudra, Octaviana Susanti

Artikel Serupa       : bisnispraktis4.wordpress.com smileissimpleway.blogspot.com anjarkurniajaya.blogspot.com  jarebangocir.blogspot.com  exiwile.blogspot.co.id 
clu-world.blogspot.co.id octavianasusanti.blogspot.com


Read more